Rabu, 10 September 2014

Tips naik kereta KRL (Commuter Line)


Assalamualaikum, 
Pertama-tama mari ucapkan puji syukur ke hadirat Allah karena nikmat yang telah diberikan kepada kita semua, nikmat kesehatan, terutama nikmat iman dan nikmat Islam. (sehingga anda bisa membaca sedikit blog saya) 

Ada sedikit tips dari saya untuk anda para pengguna kereta KRL (Commuter Line): 
1. Sebelum berangkat ke Stasiun jangan lupa berdo'a dan niatkan perjalanan anda ke tempat kerja karena Allah (kalau saya insyaAllah saya niatkan Jihad Fisabilillah mencari nafkah untuk keluarga, karena takutnya terjadi sesuatu dengan kereta yang saya tumpangi) *maaf agak lebay 

2. Siapkan fisik dan mental karena ketika naik kereta KRL (Commuter Line) selalu ada gangguan dan hal yang tidak mengenakkan terjadi 
*Note : jumlah peminat KRL adalah 600 ribu penumpang perhari (Mei 2014). 

3. Apabila terjadi gangguan kereta KRL (Commuter Line), baik itu 10 menit, 15 menit maupun 30 menit. Usahakan untuk naik kereta ke-3 atau ke-4 karena setelah terjadi keterlambatan, maka para penumpang akan berebut untuk naik kereta yang ke-1 ke ke-2. 
Misalkan anda naik di Stasiun Juanda arah Bogor, meskipun pada saat anda naik tidak "tidak terlalu penuh", pada saat stasiun selanjutnya penumpang akan terus bertambah dan semakin berdesak-desakan apabila anda naik kereta ke-1 atau ke-2. jadi ketika anda naik kereta ke-3 atau ke-4, maka jumlah penumpang akan menurun dan anda bisa berdiri dengan nyaman. 

4. Perlu saya jelaskan persepsi saya mengenai naik kereta KRL (Commuter Line) yang nyaman. Persepsi saya mengenai kereta KRL (Commuter Line) yang nyaman adalah ketika bisa berdiri dengan nyaman. karena hampir tidak mungkin untuk seorang laki-laki sehat untuk bisa duduk di kereta KRL (Commuter Line), kecuali bila anda naik ke arah stasiun kota dulu (apabila perjalanan kota-bogor) dan ke arah bogor dulu (apabila perjalanan bogor-kota). 

5. Apabila ada yang tidak menyenangkan dari orang disekitar anda, contohnya ; 
a. ibu-ibu yang bawa tas keras trus digunakan berdesakan dengan kita 
b. Orang yang berdiri ditengah-tengah, atau berbelakangan dengan kita tapi tidak mau berpegangan 
c. laki-laki/wanita yang bawa tas didepan trus digunakan sebagai tameng dengan kita
d. mainan hp dan tidak mau berpegangan

Saran saya adalah utarakan apa yang anda rasakan sehingga mereka tahu bahwa kita terganggu dengan perbuatan yang "tidak sengaja" mereka.
misalkan a. bu, mari saya bantu meletakkan tas nya di atas (bagasi atas). atau b. pak, minta tolong pegangan dong. atau c. tasnya tidak ditaruh diatas aja pak/bu. mungkin kebanyakan orang akan marah-marah dan membentak atau diam saja.
Dari pengalaman saya selama ini, ketika ngomong apa yang kita rasakan, maka mereka akan tahu dengan apa yang kita alami dan akan berpikir.

Dari jumlah 600 ribu penumpang perhari tersebut, sebenarnya masih banyak orang-orang baik yang mau bertenggang rasa dan orang baik. tetapi pada saat kita bertemu dengan 1 atau 2 orang yang "tidak baik" maka kebaikan orang-orang yang lain tidak akan kelihatan.

Kamis, 31 Maret 2011

Kenapa harus wanita solihah?

Oleh: Yusuf Al Bahi

Bismillah..

Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka?

Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..

Aku menjawab.. Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..

Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka?

Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur…

Aku menjawab.. Tahukah kalian.. bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya.. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka.. Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki.. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita di manapun..

Sering juga kudengar.. Mengapa harus mereka?

Yang tidak pernah mau punya cinta sebelum akad itu berlangsung, yang menghindar ketika sms-sms pengganggu dari para lelaki mulai berdatangan, yang selalu punya sejuta alasan untuk tidak berpacaran.. bagaimana mereka bisa romantis? bagaimana mereka punya pengalaman untuk menjaga cinta, apalagi jatuh cinta?

Aku menjawab..

Tahukah kamu.. bahwa cinta itu fitrah, karena ia fitrah maka kebeningannya harus selalu kita jaga. Fitrahnya cinta akan begitu mudah mengantarkan seseorang untuk memiliki kekuatan untuk berkorban, keberanian untuk melangkah, bahkan ketulusan untuk memberikan semua perhatian.

Namun, ada satu hal yang membedakan antara mereka dan wanita-wanita lainnya.. Mereka memiliki cinta yang suci untuk-Nya.. Mereka mencintaimu karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya, memberikan segenap kasihnya padamu juga karena-Nya… Itulah yang membedakan mereka..
Tak pernah sedetikpun mereka berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu, mencintaimu karena kekayaanmu, mencintaimu karena keturunan keluargamu.. Cinta mereka murni.. bening.. suci.. hanya karena-Nya..

Kebeningan inilah yang membuat mereka berbeda… Mereka menjadi anggun, seperti permata-permata surga yang kemilaunya akan memberikan cahaya bagi dunia. Ketulusan dan kemurnian cinta mereka akan membuatmu menjadi lelaki paling bahagia..

Sering juga banyak yang bertanya.. mengapa harus mereka?

Yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an dibanding ke salon, yang lebih sering menghabiskan harinya dari kajian ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang sebagian besar waktu tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk perubahan bagi lingkungannya, dibanding kumpul-kumpul bersama teman sebaya mereka sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri mereka? bagaimana mereka bisa menjadi wanita modern?

Aku menjawab..

Tahukah kamu, bahwa dengan seringnya mereka membaca al Qur’an maka memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia.. Jiwa yang tak pernah terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam cintanya pada Allah.. Mereka akan menjadi orang-orang yang lapang jiwanya, meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang paling rela menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia bukanlah tujuannya. Mereka akan dengan mudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan orang banyak dibanding menghabiskannya untuk diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan dimiliki oleh mereka yang terbiasa dengan al Qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis ilmu, terbiasa dengan rumah-Nya.

Jangan khawatir soal bagaimana mereka merawat dan menjaga diri… Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan bagaimana bergaul di dalam sebuah keluarga kecil mereka. Mereka sadar dan memahami bahwa kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan nurani mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri mereka. Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki semua kecantikan itu?

Dan jangan takut mereka akan ketinggalan zaman. Tahukah kamu bahwa kesehariannya selalu bersama dengan ilmu pengetahuan.. Mereka tangguh menjadi seorang pembelajar, mereka tidak gampang menyerah jika harus terbentur dengan kondisi akademik. Mereka adalah orang-orang yang tahu dengan sikap profesional dan bagaimana menjadi orang-orang yang siap untuk sebuah perubahan. Perubahan bagi mereka adalah sebuah keniscayaan, untuk itu mereka telah siap dan akan selalu siap bertransformasi menjadi wanita-wanita hebat yang akan memberikan senyum bagi dunia.

Dan sering sekali, orang tak puas.. dan terus bertanya.. mengapa harus mereka?

Pada akhirnya, akupun menjawab…

Keagungan, kebeningan, kesucian, dan semua keindahan tentang mereka, takkan mampu kau pahami sebelum kamu menjadi lelaki yang shalih seperti mereka..

Yang pandangannya terjaga.. yang lisannya bijaksana.. yang siap berkeringat untuk mencari nafkah, yang kuat berdiri menjadi seorang imam bagi sang permata mulia, yang tak kenal lelah untuk bersama-sama mengenal-Nya, yang siap membimbing mereka, mengarahkan mereka, hingga meluruskan khilaf mereka…

Kalian yang benar-benar hebat secara fisik, jiwa, dan iman-lah yang akan memiliki mereka. Mereka adalah bidadari-bidadari surga yang turun ke dunia, maka Allah takkan begitu mudah untuk memberikan kepadamu yang tak berarti di mata-Nya… Allah menjaga mereka untuk sosok-sosok hebat yang akan merubah dunia. Menyuruh mereka menunggu dan lebih bersabar agar bisa bersama dengan para syuhada sang penghuni surga… Menahan mereka untuk dipasangkan dengan mereka yang tidurnya adalah dakwah, yang waktunya adalah dakwah, yang kesehariannya tercurahkan untuk dakwah.. sebab mereka adalah wanita-wanita yang menisbahkan hidupnya untuk jalan perjuangan.

Allah mempersiapkan mereka untuk menemani sang pejuang yang sesungguhnya, yang bukan hanya indah lisannya.. namun juga menggetarkan lakunya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang malamnya tak pernah lalai untuk dekat dengan-Nya.. yang siangnya dihabiskan dengan berjuang untuk memperpanjang nafas Islam di bumi-Nya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang cintanya pada Allah melebihi kecintaan mereka kepada dunia.. yang akan rela berkorban, dan meninggalkan dunia selagi Allah tujuannya.. Yang cintanya takkan pernah habis meski semua isi bumi tak lagi berdamai kepadanya.. Allah telah mempersiapkan mereka untuk lelaki-lelaki shalih penghulu surga…

Seberat itukah?

Ya… Takkan mudah.. sebab surga itu tidak bisa diraih dengan hanya bermalas-malasan tanpa ada perjuangan…

sumber: dakwatuna.com

Selasa, 08 Maret 2011

Do'a pernikahan Fatimah Az zahra

"Semoga Allah SWT menghimpun yang terserak dari keduanya memberkati mereka berdua,
meningkatkan kualitas keturunannya sebagai pembuka pintu rakhmat, sumber ilmu dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat."
(Doa Nabi Muhammad SAW, pada pernikahan putrinya Fatimah Az Zahra dengan Ali bin Abi Thalib)

Jumat, 04 Maret 2011

do'a untuk memperbaiki keturunan

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

(Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa) (QS. Al Furqon:74)